Apa itu koordinat geosentrik ECEF?
Sistem koordinat geosentrik ECEF (Earth-Centred, Earth-Fixed) menyatakan posisi dengan tiga angka X, Y dan Z dalam meter dari pusat bumi: sumbu Z searah sumbu rotasi, sumbu X menembus perpotongan meridian Greenwich dengan khatulistiwa, dan sumbu Y berada di bujur 90° BT. Receiver GNSS menghitung dalam kerangka ini, begitu juga transformasi datum seperti Helmert. Bedanya dengan koordinat geodetik: geodetik memakai lintang, bujur dan tinggi di atas elipsoid, sedangkan geosentrik memakai jarak siku-siku dari pusat bumi.
Alat ini memakai elipsoid WGS 84 dan rumus EPSG (metode 9602), yang dicek dengan contoh resmi EPSG sampai tingkat sentimeter. Contoh: Monas, Jakarta (-6,175392; 106,827153) dengan tinggi 0 m menghasilkan X = -1835734,89, Y = 6069849,70, Z = -681544,60 m. Hasil ditampilkan dengan tinggi elipsoid 0 m; tempel X Y Z untuk mendapatkan kembali lintang, bujur dan tinggi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mengubah ECEF ke latitude longitude?
Tempel ketiga angka, misalnya -1835734,89 6069849,70 -681544,60. Alat ini mengenalinya sebagai X, Y, Z dalam meter lalu menampilkan lintang, bujur, tinggi dan format lainnya.
Apa beda sistem koordinat geosentrik, geodetik dan toposentrik?
Geosentrik (ECEF) berpusat di pusat bumi dengan sumbu X, Y, Z; geodetik memakai lintang, bujur dan tinggi di atas elipsoid; toposentrik (misalnya ENU: timur, utara, atas) berpusat di titik pengamat. Konverter ini menghitung geosentrik ↔ geodetik.